Kado Untuk Bumi

Related Articles

Dalam satu tahun yang kita lewati berapa kali kita mengingat hari jadi seseorang? Entah itu teman, keluarga, sahabat, bahkan pacar kita. Selalu terpikir oleh kita untuk memberi sebuah kejutan kecil yang bakal dikenang dan tentunya membuat orang tersebut tersenyum senang. Tidak ada larangan tentunya untuk merayakan hari jadi seseorang. Mulai dari memberi hadiah yang paling diharapkan atau sekedar ceremony untuk memperingati hari jadi seseorang, atau bahkan kita selalu memperingati hari jadi bangsa ini dengan cara yang rutin dan terencana.

Dari sekian banyak peringatan hari jadi ada satu hari yang seharusnya kita peringati dan kita peringati dan kita hargai keberadaannya. Adakah di antara kita yang tahu hari jadi bumi ini? Bumi yang menjadi tempat kita bernaung selama ini tempat yang memberi ruang untuk kehidupan? Sampai saat ini, mungkin hanya beberapa kelompok dan golongan masyarakat saja yang memperingatinya atau bisa jadi itu hanya sebuah formalitas. Bumi yang kita pijak ini mungkin tidak butuh untuk dirayakan dan diberikan kado. Namun alangkah baiknya jika kita memperlakukan bumi di hari jadinya seperti kita memperlakukan teman, sahabat, bahkan ibu kita di saat hari jadinya. Kita memberikan sesuatu yang sederhana yang mungkin paling dibutuhkan bumi.

Banyak hal sederhana yang bisa kita berikan. Misalkan memberi waktu jeda untuk sebuah kegiatan sederhana yang bisa kita lakukan bersama di waktu yang bersamaan. Hal itu bisa dilakukan dengan sedehana dan mudah, tanpa banyak hal yang kita sia-siakan.

Menjaga bumi dalam rangka hari bumi dapat kita lakukan dengan tidak memberi beban lingkungan untuk bumi yang mungkin sudah terlalu lama kita sesaki paru parunya dengan asap yang berasal dari kendaraan kita selama ini. Melalui peringatan hari bumi ini, timbul sebuah ajakan yang mengajak kita untuk mengurangi dampak polusi dari asap kendaraan yang kita timbulkan setiap hari. Mungkin kegiatan ini akan terasa sia-sia jika mengingat terlalu sedikit yang kita kurangi dari sekian banyak polusi yang ada. Tapi jika itu dilakukan secara bersamaan dan berbarengan mungkin itu akan berpengaruh, minimal untuk hari jadinya, bumi bisa sedikit bernafas dengan lega tanpa ada gangguan dari polusi yang kita hasilkan.

Maka dalam rangka Hari Bumi tanggal 22 April 2009 ini, marilah kita menghentikan sejenak aktivitas yang bisa menghasilkan asap polusi. Marilah kita mengurangi pemakaian kendaraan bermotor untuk mengurangi polusi pada Hari Bumi pada jam 7 pagi sampai 5 sore! Mungkin dengan 10 jam tanpa asap kendaraan, bumi ini dapat sedikit menikmati udaranya yang bersih. Pilihan yang bijak bagi kelangsungan bumi ke depan. Satu bumi untuk semua. []

Oleh Handung Dwipayana

More on this topic

Previous articleKita Panggil Dia Kartini
Next articleHari Bumi 22 April

Comments

  1. sepertinya sama aja Om Nyamuk. <br />emisi dari sepeda motor pribadi berkurang, tapi emisi dari bus dan metro mini kopaja yang asapnya lebih hitam legam jadi bertambah. <br /> <br />hihihihi… <br />tapi teteup salut buat yang bisa ikut mengurangi emisi karbon. :laughing:

Popular stories

Menggapai Puncak Tebing Citatah 125

Tak lama berselang usai memanjat Tebing Citatah 48 beberapa bulan yang lalu, saya kembali menyambangi salah satu tebing lain yang ada di kawasan Citatah,...

Aku Di Antara Derasnya Sungai Sukabumi

Terdengar suara gemuruh jeram yang deras, pemandangan eloknya tebing memanjakan mata, serta teriknya matahari yang menambah suasana kala itu. Aku dan Mika pun langsung mengambil alih perahu. Satu demi satu jeram dilewati. Melihat air yang begitu deras menggulung bebatuan membuat adrenalinku semakin terpacu, pantang rasanya jika tidak melewati jeram-jeram ini.

Memanfaatkan Air Goa

        Pipa paralon berdiamater   15 sentimeter tampak tergantung di dinding stalagmit. Di antara lekukan goa,   pipa yang memanjang masuk sampai seratus meter ke...