Pendidikan Lanjut ORAD AM KA

Related Articles

Wajah-wajah kelelahan terlihat dari peserta karena seringkali bolak-balik portaging perahu untuk dapat bergantian mencoba menjadi skipper. Belum lagi debit air yang kecil, satu perahu bocor, dan banyaknya batu di sepanjang lintasan membuat kegiatan sedikit tidak nyaman karena seringkali terjadi wrapped serta sungai yang sempit membuat perahu sering tersangkut.

Pendidikan Lanjut (diklan) Olah Raga Arus Deras (ORAD) untuk Anggota Muda Angkatan Kawah Asa dilaksanakan pada hari Sabtu – Minggu tanggal 10 – 11 Maret 2007 di Danau Situciluenca dan Sungai Palayangan, Situciluenca, Pengalengan, Bandung. Adapun kordinator dari diklan ini adalah Mpok Indun. Sedangkan kepanitiaan sepenuhnya berada di tangan Anggota Muda Kawah Asa yang diketuai oleh Razan.
Sebelum turun ke lapangan, materi kelas mengenai olah raga arus deras ini diberikan di Sekretariat Astacala pada tanggal 3 Maret 2007. Ada beberapa Anggota Muda yang tidak mengikuti teori kelas ini karena berhalangan. Beberapa karena mengikuti Lomba Lintas Alam Garda 45 Tingkat Nasional di Purworejo dan beberapa lagi karena berbenturan waktu dengan kepentingan akademik. Di mana Anggota Muda yang tidak mengikuti teori kelas ini mengikuti teori kelas susulan di hari berikutnya.


Pada waktu praktik lapangan, para peserta berangkat ke Situcilenca pada hari Jumat malam dengan mengendarai mobil Izuzu Panther pinjaman seorang teman dari Suroto dan selanjutnya diganti dengan mobil pick up sewaan untuk hari selanjutnya. Beberapa A’ers ada juga yang mengendarai sepeda motor untuk menuju lokasi kegiatan. Untuk perahu, pelampung, dan paddle, panitia menyewa dari Boogie (Pak Nunung). Sedangkan peralatan standar lainnya dibawa dari sekretariat Astacala.
Praktik ORAD baru dimulai pada hari sabtu pagi dengan materi renang survival, rescue, dan manuver perahu di arus lemah. Sedangkan untuk hari minggu dilakukan praktik pengarungan pendek dengan bergantian skiper oleh anggota muda KA dan beberapa Aers lainnya sampai menjelang siang untuk selanjutnya dilakukan pengarungan panjang.
Dari pengamatan di lapangan, pengarungan di Sungai Palayangan ini cukup mengasyikkan dan melelahkan bagi para anggota muda KA dan cukup membosankan pula bagi A’ers yang sudah sering turun di sana. Wajah-wajah kelelahan terlihat dari peserta karena seringkali bolak-balik portaging perahu untuk dapat bergantian mencoba menjadi skipper. Belum lagi debit air yang kecil, satu perahu bocor, dan banyaknya batu di sepanjang lintasan membuat kegiatan sedikit tidak nyaman karena seringkali terjadi wrapped serta sungai yang sempit membuat perahu sering tersangkut.
Walaupun demikian, suasana yang ramai di lapangan  juga terlihat karena banyaknya peserta yang mengikuti diklan ini. Hal itu terlihat baik pada waktu di camp ataupun ketika turun di sungai. Total peserta yang mengikuti diklan ini adalah 26 orang. 12 dari angkatan KA, 12 A’ers dari angkatan AU, KF, dan AIR, serta 2 orang partisipan (Nipon dan Kiwi).
Di sela-sela diklan, terlontar pula keinginan-keinginan dari beberapa A’ers yang menginginkan arung jeram di sungai Cimanuk serta satu sungai lagi yang lokasinya dekat dengan sungai Palayangan yang cukup bagus untuk diarungi (maaf, penulis lupa nama sungai yang terakhir ini). Dan selain itu, mengingat kondisi Sungai Palayangan yang seperti disebutkan sebelumnya yang membuat pengarungan di sungai-sunagi lain diinginkan. Kira-kira pada bulan April nanti, Astaka mengatakan bahwa Astacala kemungkinan akan mengadakan pengarungan di Sungai Cimanuk.


Minggu sore, kurang lebih pukul 15.00, kegiatan diklan ini diakhiri. Setelah selesai berbenah di sekitar finish Jembatan Rahong, para peserta pun kembali menuju sekretariat. Sebagian didrop ke Pengalengan untuk naik angkutan umum, sebagian naik pick up plus peralatan, dan sebagian lagi mengendarai sepeda motor. Dan yang pasti, walaupun kegiatan operasionalnya telah selesai, para Anggota Muda masih ada kewajiban untuk membuat laporan kegiatan, serta sebagian besar peserta diklan ini masih ada pemulihan wajah kemerahan karena terbakar panas matahari. Dan walaupun demikian, semoga semangat penjelajah, petualang, dan mencintai alam lingkungan tidak pernah surut dan selalu terjaga. Salam Lestari!!! Viva Astacala!!!

More on this topic

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular stories

Hadirmu Ibu

Apa kau pernah bermimpi tentang ibumu dan mendapatinya sudah tak ada lagi disampingmu ketika kau terbangun? Aku pernah. Apa kau pernah sangat merindukan ibumu...

Gunung Cikuray 2818 Mdpl

Gambaran Umum Gunung Cikuray terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Indonesia. Gunung Cikuray mempunyai ketinggian 2.818 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan merupakan gunung...

Makna dari Atap Celebes

Kelakar tawaku menghilang. Suara lantangku melemah, kemudian lenyap dalam lelah. Badanku dipenuhi peluh sejagung-jagung. Langkah-langkah kaki terasa berat melintasi kebun-kebun kopi. Botol minuman yang...