Sepenggal Perjalanan Kartini Team 2006

Related Articles

{nl}

   {nl}    Tak  mau pasrah dengan keadaan ini, akhirnya{nl}saya minta diajarkan teknik self rescue : yosemithdennis system.{nl}Lumayan, saat itu kami latihan hingga pukul 3 dini hari. Kami juga{nl}berdiskusi banyak tentang hal lain seputar caving. Besoknya, saya{nl}diajak untuk ikut serta dalam kampanye Hari Bumi yang diadakan{nl}Sekretariat Bersama (SEKBER) PPA DIY, kegiatannya berupa parade{nl}sepeda  keliling kota Jogjakarta sambil mengumpulkan sampah. 

[more]

{nl}

      {nl}Sesuai rencana, tanggal 21-23 April lalu saya ke jogja, berencana untuk{nl}caving sebagai bagian dari kegiatan Perjalan Kartini Team 2006. Ratna{nl}“Jabek” Widyastuti dan dan Dyah Ayu Puspitarini “Indun” sudah berangkat{nl}duluan tanggal 19 untuk persiapan river rafting di Sungai Progo Atas{nl}hingga ke Progo Bawah dengan kawan ? kawan Forum Arung Jeram Yogyakarta{nl}(FAJY).
      Rencananya, saya dan seorang{nl}kawan dari salah satu MAPALA di Jakarta akan  tiba di Jogja jumat{nl}dan caving pada hari Sabtu. Namun, mendadak kawan ini membatalkan{nl}kedatangannya sehubungan dengan kegiatan Green Peace utk menyambut Hari{nl}Bumi 2006. Sebelumnya dialah yang mengurus ROP dengan pihak tuan{nl}rumah.  Dengan asumsi ROP ini sudah ok (karena rencana ini sudah{nl}lama – red), saya berangkat ke Jogja hari Jumat pagi dengan kereta{nl}ekonomi jurusan Bandung – Jogja. Tak lupa, saya juga membawa tali dan{nl}alat rigging set lain sebagai back up apabila  kekurangan alat.{nl}“Karena aku belum bisa membawa SRT set and masih minjam sama mereka{nl}jadi minimal membawa sesuatu lah..”, begitulah analisa saya ketika itu.
{nl}         Namun sial, kawan tuan{nl}rumah ini malah SMS ketika saya masih di kereta, begilah bunyi SMS nya{nl}itu : “Dek aku ga bisa jemput kamu, aku mau caving bareng anak ? anak{nl}siang ini”. Saya sungguh sangat terkejut dan bingung ketika itu,{nl}“Bagaimana pula ini?aku ga perlu dijemput, aku ke jogja kan mau caving{nl}dengan mereka, tapi kok yang bersangkutan malah pergi duluan?”.
{nl}       Beruntung jauh hari sebelumnya{nl}saya telah menghubungi kawan dari mapala lain di Jogja  bahwa saya{nl}akan datang hari itu dan berencana untuk caving. Dengan sedikit panik,{nl}saya langsung saja ke sekretariat kawan ini dan menanyakan bagaiman{nl}degnan rencana caving minggu ini. Dia menawarkan untuk ke daerah{nl}Parangdok  saja yang lebih dekat. Tapi sial yang ke dua datang{nl}lagi, alat?alat caving dibawa untuk digunakan pada kegiatan Bird Rescue{nl}di kaki Gunung Merapi pada Sabtu pagi, “Ya elah…..” , pikirku.
{nl}       Tak  mau pasrah dengan{nl}keadaan ini, akhirnya saya minta diajarkan teknik self rescue :{nl}yosemith dan dennis system. Lumayan, saat itu kami latihan hingga pukul{nl}3 dini hari. Kami juga berdiskusi banyak tentang hal lain seputar{nl}caving. Besoknya, saya diajak untuk ikut serta dalam kampanye Hari Bumi{nl}yang diadakan Sekretariat Bersama (SEKBER) PPA DIY, kegiatannya berupa{nl}parade sepeda  keliling kota Jogjakarta sambil mengumpulkan{nl}sampah.   Kebetulan sat itu hanya saya yang berasal dari{nl}mapala luar kota Jogja. Kawan ? kawan yang tau saya bukan anak jogja{nl}dan menyakan saya dari mapala mana. “Lumayanlah dapat kenalan baru dan{nl}ngenalin  ASTACALA juga.. “, pikirku saat itu.
       
                                                            

Menjadi victim (korban) ketika berlatih teknik Self Rescue
Dalam kampanye Hari Bumi 2006 dengan SEKBER PPA DIY 

                                                            

Minggu{nl}pagi, saya isi dengan mengunjungi kawan ? kawan ASC dan{nl}Mapasadha.  Kami ngobrol cukup lama dan saya diajak caving minggu{nl}depan di Jogja bersama mereka, sehigga total saya dapatkan 2 tawaran{nl}caving di waktu yang sama !!!!!
 
Ikut bantu kawan-kawan ASC cuci alat di Beber Sari

Beberapa   evaluasi saya dari kejadian ini yaitu :

1.Perlu{nl}ada kejelasan ROP setiap kegiatan, apalagi kegiatan bersama pihak{nl}luar.   Menyamakan konsep lalu persepsi, sehingga kemauan{nl}dari setiap pihak bisa terakomodir
2.Terkadang{nl}segala sesuatu tidak selalu berjalan seperti yang kita mau /{nl}rencanakan, jadi santai sajalah..:). Manfaatkan setiap kesempatan yang{nl}ada untuk hal yang berguna, sambil duduk di warung kopi pun, masih bisa{nl}untuk berdiskusi tentang banyak hal kok…  
3.Tetap semangat, lapang hati dan jangan pantang menyerah……(Saya ngomong   apa ya???..hehehheh – red)
4.ASTACALA harus cepat membeli alat baru nih…agar tidak selalu mengemis sama   orang lain untuk diajak Caving…
 
Viva Speleologi Indonesia… Viva ASTACALA
     
Adek Aidi (A – 062 – KF), Anggota ASTACALA Perhimpunan Mahasiswa Pecinta Alam STTTekom

Comments

  1. dex, dikit amat yang d tulis ?? <br />kekurangan bahan atauingung yang mo d tulissss <br />terlalu banyak yaaa <br />pijat sarung aja dehc

  2. hua ha ha…. <br />ngomple…..pak Ketu-nya Mapasadha.. <br />pha kabar bro…gimana nih kabare jogja.. <br />kapan2 main ke bandung lah… <br />masak aku terus yg ke jogja.. <br />katanya mo ngajarin rigging?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Menarik

Preet Chandi, Perempuan Kulit Berwarna Pertama yang Melintasi Antartika Sendirian

Seorang perwira Angkatan Darat Inggris keturunan Asia diperkirakan menjadi perempuan kulit berwarna pertama yang menyelesaikan ekspedisi solo melintasi Antartika. Preet Chandi melakukan perjalanan sejauh 700...

Diary of Cakar Alam

14 November 2014 upaca pembukaan Pendidikan Dasar Astacala XXIII. Pendidikan Dasar Astacala (PDA) adalah tahap awal yang harus kami lalui sebagai siswa astacala untuk...

Bunga Bangkai Mekar di Kebun Raya Bogor

{nl}        Setangkai bunga titan arum (Amorphophallus titanum) sedang merekah dan diperkirakan mekar dengan sempurna di Kebun Raya Bogor dua hingga tiga hari lagi....