Hukum Masih Mandul bagi Penggundul Hutan

Related Articles

        Pembalakan hutan di Indonesia tetap menjadi kejahatan berat yang sulit{nl}diberantas. Salah satu sebabnya, hukum masih mandul bagi para{nl}penggundul hutan. Vonis yang dijatuhkan kepada para penjahat kehutanan{nl}itu kerap ringan, bahkan sebagian pelaku dibebaskan.{nl}{nl}

[more]

        Pembalakan hutan di Indonesia{nl}tetap menjadi kejahatan berat yang sulit diberantas. Salah satu{nl}sebabnya, hukum masih mandul bagi para penggundul hutan. Vonis yang{nl}dijatuhkan kepada para penjahat kehutanan itu kerap ringan, bahkan{nl}sebagian pelaku dibebaskan.
{nl}
{nl}        Pembebasan itu kini terjadi lagi.{nl}Hakim melepas 18 pelaku pembalakan hutan. Tak urung, Menteri Kehutanan{nl}MS Kaban dan Kapolri Jenderal Sutanto amat kecewa. “Sayang, 18 cukong{nl}dilepas murni oleh pengadilan setempat,” kata Kaban usai menggelar{nl}rapat tertutup antara Dephut, Polri, dan kejaksaan tentang evaluasi{nl}pelaksanaan Operasi Hutan Lestari 2005-2006, Rabu (5/7) lalu.
{nl}
{nl}        Kita semua pantas kecewa. Sebab,{nl}kerusakan hutan itu nyata-nyata telah menghancurkan lingkungan dan{nl}berakibat kepada kehancuran bumi. Di Indonesia dari total luas hutan{nl}120 juta hektare, 50 juta hektare di antaranya dalam kondisi rusak.{nl}Apalagi, tiap tahun tingkat kerusakan hutan terus meningkat. Dari{nl}sebelumnya 1,6 juta hektare pada 1985-1997 menjadi 2,1 juta hektare{nl}pada periode 1997-2001. Itu sebabnya, deforestasi (kehilangan hutan) di{nl}Indonesia tertinggi di dunia.
{nl}
{nl}        Dampak pembalakan hutan di{nl}Indonesia sungguh luar biasa. Banjir, longsor, kebakaran, bahkan hingga{nl}kekeringan kerap terjadi di Republik ini. Oleh karena itu, para pelaku{nl}pembalakan hutan pantas dihukum berat. Kita berharap para penegak hukum{nl}baik di hulu maupun di hilir memiliki kesamaan persepsi dan langkah{nl}dalam menangani kasus pembalakan hutan itu.
{nl}
{nl}        Jangan sampai jerih payah aparat{nl}kepolisian dan kejaksaan terbuang sia-sia lantaran keputusan hakim yang{nl}mandul kepada para pelaku pembalakan hutan. Tekad Polri yang akan{nl}memproses kasus pembalakan di Kalimantan Timur, yang melibatkan seorang{nl}jenderal purnawirawan, harus didukung kalangan penegak hukum lainnya.
{nl}
{nl}        Kita juga sepakat dengan langkah{nl}Menteri Kehutanan yang meminta Komisi Yudisial untuk memeriksa para{nl}hakim yang telah membebaskan 18 pelaku pembalakan tersebut. Sebab,{nl}terasa ada yang tidak beres dengan keputusan itu.
{nl}
{nl}        Agar hukum terhadap para perusak{nl}hutan berlaku tegak, perlu koordinasi dan kerja sama yang mantap antara{nl}Departemen Kehutanan, kepolisian, kejaksaan, dan Mahkamah Agung. Tidak{nl}boleh ada saling ‘jegal’. Selama ini sering ada kesan masing-masing{nl}berjalan sendiri. Kini saatnya merapatkan barisan dan berkata ‘tidak’{nl}bagi para penjahat lingkungan yang telah menghancurkan bumi.
{nl}
{nl}Sumber : Media Indonesia Online, Edisi 7 Juli 2006
{nl}{nl}{nl}

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Menarik

99 Pulau

Aku baru saja merebahkan badanku setelah seharian silaturrahmi ke tempat sanak saudaraku di Subulussalam, Aceh, untuk mengembalikan jiwa yang fitri di Idul Fitri 1436...

Kalahnya Udara Dingin dalam Kehangatan Warga Kampung Londok

Halo, aku ingin bercerita mengenai perjalananku menjadi tim desa di Kampung Londok, Desa Sugihmukti. Sebuah kampung terakhir yang merupakan perbatasan antara pemukiman warga dengan...

Diktat Panjat Tebing (Rock Climbing) Astacala – Bagian 2 : Klasifikasi Panjat Tebing

/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:”"; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin:0in;...