Senja menata-nata dirinya untuk lebih rapih, ketika semburat cahaya membungkus berjuta-juta waktu dalam sekelebat warna matahari. Hari telah hendak pergi, dan sejenak seperti keraguan, ketika gelap tiba-tiba menyergap.
"Bundaku sedang sakit, mohon doanya untuk diberikan yang terbaik ya...". Sebuah pesan singkat menggetarkan hp bututku. Ah, dari dia ternyata. Ada bergalau perasaan yang tiba-tiba saja menjangkit, senang, kaget, sekaligus sedih lantaran berita yang dikabarkannya. "Kita teman, maka sepantasnya aku juga memberikan doa yang tulus untuk yang terbaik bagi ibumu" jawabku
Sebuah pesan singkat. Kenapa kadang ia menjadi begitu bermakna, bertenaga untuk menggerakan kenangan yang sudah lama terlupakan. Ketika itu juga, bayang-bayang masa lalu, sulit untuk dipergikan.
Waktu, kawan. Waktu tidak pernah bisa membuat kita tua, juga tak akan pernah membuat kita lemah. Sapaku padanya untuk yang terakhir kalinya dulu. Kini, sepertinya hal itu meminta bukti. Benarkah kita tak merenta?
Bunyi sirene kapal yang bergaung-gaung memecah kenangan yang tergambar jelas itu. Untuk kemudian menghadirkan realitas yang lebih ramai dan hiruk pikuk yang bising.
"Kita tak akan pernah kalah, kawanku. Tapi kita akan kalah kalau kita mau kalah"
---tanah seratus, 2007
"Bundaku sedang sakit, mohon doanya untuk diberikan yang terbaik ya...". Sebuah pesan singkat menggetarkan hp bututku. Ah, dari dia ternyata. Ada bergalau perasaan yang tiba-tiba saja menjangkit, senang, kaget, sekaligus sedih lantaran berita yang dikabarkannya. "Kita teman, maka sepantasnya aku juga memberikan doa yang tulus untuk yang terbaik bagi ibumu" jawabku
Sebuah pesan singkat. Kenapa kadang ia menjadi begitu bermakna, bertenaga untuk menggerakan kenangan yang sudah lama terlupakan. Ketika itu juga, bayang-bayang masa lalu, sulit untuk dipergikan.
Waktu, kawan. Waktu tidak pernah bisa membuat kita tua, juga tak akan pernah membuat kita lemah. Sapaku padanya untuk yang terakhir kalinya dulu. Kini, sepertinya hal itu meminta bukti. Benarkah kita tak merenta?
Bunyi sirene kapal yang bergaung-gaung memecah kenangan yang tergambar jelas itu. Untuk kemudian menghadirkan realitas yang lebih ramai dan hiruk pikuk yang bising.
"Kita tak akan pernah kalah, kawanku. Tapi kita akan kalah kalau kita mau kalah"
---tanah seratus, 2007

