::
::
::
::
::
::
::
::
 
 

Merahnya Merah, Merahnya ASTACALA

Tahukah kamu, wahai paragraf yang mati. Tahukah kamu, wahai jiwa yang tersenyum dalam sebuah potret. Engkau telah begitu kejam, membuatku rindu dalam dendam, kalian tersenyum seperti meninggalkan diriku....


[ more.. ]


Monolog Itu Belum Juga Berakhir

Maka kawanku, mari kita lebih teliti dalam melihat kenyataan di sekitar hidup. Barangkali kita akan menemukan wejangan berharga dari remah-remah keseharian yang semakin terlupakan.

[ more.. ]


Dia Yang Tak Pernah Menyerah

untuk DIA, yang tak ingin lupa....

[ more.. ]


Anaking Jimat awaking

neng neleng nengkung
geura gede geura jangkung

geura sakola ka bandung
geura nyenangkeun ka indung

anaking jimat awaking
mun seug hoyong bulan, Abah bade nyandak kanggo cocoan anaking jimat awaking
mun seug hoyong bentang, bentang bade diajulan dipulungan kanggo hiasan dina buuk anaking jimat awaking

anaking jimat awaking
kadeudeuh abah, kadeudeuh lahir sinareng batin
iyeu sadaya kanggo hidep
kanggo bekel mangsa keur ageung

jung geura lumpat ngudag baranang bentang dilangit
capkeun jampe harupat, geura gede geura lumpat
taklukeun dunia akherat, jadikeun sagara jeung langit jadi kaulinan
tong hariwang, tong keueung
do'a abah sareng umi ka hyang Nu Agung kanggo anaking jimat awaking

mun seug jembar, anaking jimat awaking
kudu luhur budi, laer manah, handap asor kasasama
manfaat ka nagari,
merjuangkeun agama,
bela kadulur sorangan.


kanggo "Khalisha"


Hidupku

Terlalu banyak yang saya cintai dalam hidup ini
Dan memang bagaimanapun kotor dan jahatnya kejadian-kejadian di dunia ini
Namun masih pantas untuk dihidupi (WS Rendra)

Waktu terus merangkak cepat
Meninggalkan jejak-jejak kaki tua berlumpur
Hembusan angin pun tak terasa sejuk seperti dulu
Aku duduk di sini sejenak
Di bawah kanopi hujan berpetir
Gundah...
Tangis yang kutahan
Tumpah
Sekarat
Heh...
Hela nafas menyesakkan, masih ingin hidupi diri
Masih ingin gerakkan jiwa
Aku beranjak kini
Karna kutahu
Senyuman surya menantiku di ujung jalan ini


Selingkuh

bertanya dalam kediaman yang membisukan
busuk hangus dan liar
kala serigala nan buas meneteskan liur
segepok-gepok durjana nan melenakan, pasrah mengangkang
sesiapa yang memula, tak terhindar akan addicted yang dirasakan
ulang-ulang dan ulang

manakala terngiang-ngiang desiran-desiran halus mengingatkan
asing, dingin, lembut nan menenangkan
terjerembab dalam, payah menengadah wajah
adakah secuil asa bangun dan berlari




Selamat Berbahagia, Astacala!

Layaknya sebuah keluarga besar yang usia perkawinannya sudah berusia 15 tahun, Astacala kemarin melahirkan 18 orang anak yang siap membangun untuk membuat Astacala jadi lebih jaya lagi, Amin.

[ more.. ]


Page :  1 2 3 4