Buletin Bivak Edisi Juli 2012

Salam lestari.

Tak banyak cita cita muluk yang ingin kami capai pada awal penerbitan kembali Buletin Bivak ini, salah satunya adalah sebagai media tempat belajar. Belajar untuk mengaplikasikan dan sekaligus juga memfasilitasi salah satu materi yang secara rutin menjadi menu wajib pendidikan di Astacala, jurnalisme dan fotografi.

Enam bulan, tentu bukan perjalanan waktu yang singkat. Selama rentang waktu tersebut, tiga terbitan edisi telah mengejawantahkan proses belajar yang kami alami. Dan layaknya sebuah kegiatan belajar, tentu ada saja perubahan yang dilalui. Dari hal dasar seperti konsep terbitan tiap edisi hingga mengenai masalah tampilan cover depan. Semua perubahan yang akan bermanfaat di masa mendatang.

Pada edisi ini kami mengajak pembaca sekalian untuk berkunjung ke beberapa lokasi alam sekitar Bandung yang cocok digunakan sebagai pilihan camping di akhir pekan. Ada pula beberapa kabar berita dari Sekretariat Astacala. Pada rubrik lingkungan hidup, artikel mengenai tips untuk mengurangi jumlah pemakaian kantung plastik jelas tak boleh anda lewatkan. Serta masih banyak artikel menarik lainnya.

Akhir kata, selamat menikmati edisi ini.

Redaksi.

Klik di sini untuk mendownload.

  • Tata letaknya mantap euy… Tetap semangat dan riang gembira!

  • Jimbo

    sori bro, nanya agak banyak n kritis. itu memang sengaja ada halaman (cover) yang posisinya portrait dan ada halaman lainnya yang landscape? konsepnya mungkin perlu diperjelas. sebab setahu saya desain buletin, cetak maupun tidak untuk tujuan dicetak tetap memperhatikan keserasian posisi kertas seperti itu. Dengan kata lain, kl buletin ini dicetak tentu akan menjadi masalah dalam menjilid.

    ketidak-serasian juga terjadi pada ukurn font, setahu saya, dalam media2 ada kesengajaan dalam menyerasikan ukuran huruf, misal untuk judul artikel akan sebesar 14, dan body artikel akan sebesar 12. dalam buletin kita ini, saya perhatikan ada perbedaan yang mencolok antara font untuk body artikel.

    thanks…

    sekedar saran

  • Iya mas, emang sengaja gitu sih kemarin mengenai layout nya, karena hanya dalam format digital saja yang kemarin terpikirkan. Terimakasih atas masukannya.

    Perihal mengenai font, akan diperbaiki di edisi berikutnya.

  • Rifqi Kopetz

    sebagai tambahan, buku “Mengarang itu gampang” – Arswendo Atmowiloto, bisa jadi acuan reporter Bivak untuk mengasah kemampuan menulis