Melirik Peran dan Daya Guna Taman Konservasi Gajah di Lampung

Lampung, sebuah provinsi di Pulau Sumatera yang terdekat dengan Pulau Jawa banyak menyajikan berbagai tempat wisata yang menarik. Provinsi yang letaknya berada di selatan Pulau Sumatera ini lebih dominan dalam menampilkan panorama pantai, teluk, maupun pulau pulau kecil, namun tidak luput pula dari panorama perbukitan, gunung, dan perkebunan penduduk. Dari sekian banyak tempat wisata tersebut, terdapat suatu tempat penangkaran gajah terbesar di Indonesia yang terletak di Provinsi Lampung bagian timur.

Gajah digiring kembali ke lapangan dan "diamankan" agar tidak berkeliaran

Way Kambas yang telah di rampungkan menjadi sebuah taman nasional memiliki luas 1.300 kilometer persegi dikenal sebagai tempat konservasi bagi populasi gajah liar di Pulau Sumatera. Nama Way Kambas yang memiliki arti Sungai Kambas diambil dari nama Sungai yang mengalir di wilayah ini yaitu Sungai Kambas. Taman Nasional Way Kambas (TNWK) masih terdiri dari beberapa naungan di dalamnya, seperti Way Kambas untuk kegiatan berkemah, Way Kanan untuk penangkaran badak, dan Pusat Konservasi Gajah (PKG). Jadi, selain menjadi habitat dari jenis –jenis hewan seperti badak Sumatera, gajah Sumatera, harimau Sumatera, tapir, siamang, dan berberapa spesies burung, terdapat PKG yang menjadi tempat penjinakan, pelatihan, perkembangbiakan dan konservasi gajah yang memberikan nuansa hiburan bagi pengunjung dengan menghadirkan beberapa atraksi dari gajah. Gajah-gajah yang telah dijinakkan ini dilatih untuk bermain bola, tarik tambang, berenang, dan sebagainya dapat ditampilkan langsung ke pengunjung, hal ini menjadi parameter utama bagi jumlah pengunjung Taman Nasional Way Kambas.

Seekor gajah sedang dimandikan oleh salah seorang pelatih gajah
Melihat langsung atraksi gajah dapat memberikan kesan tersendiri dalam kecintaan fauna Indonesia ini

Sebuah tempat wisata yang namanya tidak asing di telinga penduduk Indonesia ini sudah kurang mendapat lirikan dari penduduk pulau maupun luar pulau. Dulu, sama seperti kondisi beberapa kebun binatang lainnya, Taman Nasional Way Kambas (TNWK) pernah mendapat kunjungan dari banyak pengunjung yang merupakan tahun kejayaan pengunjungan Taman Nasional ini. Namun yang terjadi saat itu, Sabtu, 4 Februari 2012 jumlah pengunjung yang terlihat masih dapat dihitung dengan jari. Taman Nasional ini mendapatkan kunjungan terbanyak di Hari Minggu setiap tahunnya. “Akhir-akhir ini dagangan lagi sepi pembeli, dik. Lagi kekurangan pengunjung”, cetus seorang ibu pedagang souvenir berdarah sunda yang sudah berjualan disana selama lebih dari lima tahun. Namun diluar dari kondisi tersebut, saat ini TNWK mengalami perbaikan internal. Hal ini terlihat dari pembangunan rumah sakit untuk gajah yang saat ini masih dalam tahap pembangunan. “Sebelumnya memang sudah ada rumah sakit untuk gajah-gajah ini”, kata seorang pelatih gajah sambil menunjuk sebuah bangunan yang terlihat lebih kecil dari rumah sakit yang saat ini sedang dibangun. Pembangunan rumah sakit gajah yang baru ini sebagai bentuk pembaruan fisik dan fasilitas dari rumah sakit yang sudah ada sebelumnya.

Pembangunan rumah sakit untuk gajah sebagai salah satu perbaikan dan pengembangan fasilitas dalam pengembangbiakan gajah
Pembangunan rumah sakit untuk gajah sebagai salah satu perbaikan dan pengembangan fasilitas dalam pengembangbiakan gajah

Keberadaan Taman Knservasi ini di kawasan Lampung mampu memberi keuntungan bagi masyarakat sekitarnya khususnya untuk masalah perusakan lahan oleh gajah liar, karena salah satu program kerja taman nasional ini adalah melakukan siklus dari pemberdayaan gajah-gajah yang berkembang biak mulai dari gajah liar dan gajah yang sudah jinak. Sehingga gajah-gajah liar yang turut menjadi pelaku pengrusakan lahan pertanian masyarakat dapat diminimalisir jumlahnya. Selain itu, dalam kasus pidana penebangan pohon, perambahan hutan, pembakaran lahan, dan pencurian hasil hutan serta perburuan liar tidak luput dari peranan TNWK yang terorganisir dan berdaya guna dalam menangani dan mengurangi kejadian-kejadian tersebut.

Patroli rutin bersama gajah untuk mencagah dan melarang praktik pengrusakan lingkungan
Patroli rutin bersama gajah untuk mencagah dan melarang praktik pengrusakan lingkungan
Petugas TNWK sedang melakukan kontrol terhadap salah satu gajah di TNWK agar tidak sampai merusak lahan atau lingkungan penduduk
Petugas TNWK sedang melakukan kontrol terhadap salah satu gajah di TNWK agar tidak sampai merusak lahan atau lingkungan penduduk
Gajah Ngamuk, salah satu kondisi yang tidak diinginkan penduduk. masih banyaknya gajah liar
Gajah Ngamuk, salah satu kondisi yang tidak diinginkan penduduk. masih banyaknya gajah liar

Salah satu daya guna lain dari Taman Konservasi ini adalah dapat mempengaruhi hati pengunjung terhadap kesadaran akan ” ikatannya” kepada sesama makhluk penghuni bumi. Hal seperti ini dapat diperluas lagi nilai manfaatnya jika dilihat dari jumlah atau total pengunjung yang datang.  Namun, jumlah  pengunjungan TNWK dan Taman konservasi lainnya dapat meningkat atau menurun yang perubahannya dipengaruhi oleh berbagai faktor.  Kemajuan di dunia teknologi dan informatika turut mempengaruhi tingkat peminatan kunjungan penduduk lokal maupun luar kota ke TNWK atau Taman Konservasi lainnya. Melalui teknologi jaringan internet setiap orang sudah dapat melihat dan menonton berbagai keindahan alam dan berbagai jenis satwa tanpa harus jauh-jauh pergi ke tempat-tempat tersebut, padahal untuk dapat lebih menyayangi sesuatu, kita harus mengenalnya lebih dekat.. Hal seperti ini dapat mempengaruhi pada jiwa kewarganegaraan yang “memiliki” alam dan isi dari Negara Kesatuan  Republik Indonesia (NKRI). Jika jiwa kepemilikan tersebut telah memudar, maka akan mengurangi sikap peduli lingkungan yang akan memicu pada kerusakan pada lingkungan atau bahkan menambah tingkat kepunahan satwa. Salah satu manfaat dari kecintaan pada satwa-satwa adalah dapat memahami pentingnya ekosistem yang seimbang dan nyaman bagi mereka (satwa-satwa). Untuk itu, diperlukan kesadaran dan ajakan kepada generasi muda Indonesia, mulai dari mengenal alam dan satwanya secara langsung seperti salah satunya mengadakan kunjungan ke taman-taman konservasi flora dan fauna seperti ini.

Salah satu atraksi yang menjadi daya tarik Provinsi Lampung
Salah satu atraksi yang menjadi daya tarik Provinsi Lampung
Mencoba menarik perhatian gajah lebih dekat membutuhkan pendekatan yang tidak begitu mudah bagi orang awam

Tulisan oleh Ilfan Firqad
Foto oleh Tim Vakansi Lampung
Referensi dari Viva News, Wewarah Blog, & Seandanan Blog